Melalui situs resminya, The Man Booker International Prize, mengumumkan nominasi awal penulis dunia yang masuk dalam penghargaan bergengsi  tersebut. Nama Eka Kurniawan, penulis novel Lelaki Harimau masuk dalam jajaran nominasi tersebut. Ia bersanding dengan nama-nama besar seperti Orhan Pamuk (Turki) dan sederet penulis besar lainnya. Dalam tingkat Asia, Eka bersama penulis asal Korea Selatan, Han Kang, Jepang dengan penulis Kenzaburo Oe, dan China, Yan Lianke.

Total ada 13 nama penulis dari 12 negara dan 9 bahasa berbeda yang masuk ke dalam nominasi itu. Nama-nama tersebut disaring dari 155 penulis dunia. Eka berhasil menjadi nominasi dengan menggeret novelnya yang terbit di tahun 2004, Lelaki Harimau (Man Tiger). Novel Man Tiger milik Eka memang telah diterjemahkan ke dalam 16 bahasa. Versi bahasa inggris dari novel tersebut terbit di tahun 2015 kemarin. Sejauh ini, Eka telah menulis empat novel yaitu Cantik Itu Luka (2002), Lelaki Harimau (2004), Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), serta O (2016). Dia juga menulis sejumlah cerita pendek yang sudah dibukukan seperti Corat-Coret di Toilet dan sebuah karya non-fiksi berjudul Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (1999). Ia juga aktif menulis jurnal daringnya di www.ekakurniawan.com.

Munculnya nama Eka sebagai salah satu nominasi penulis novel dunia merupakan sebuah prestasi yang patut diapresiasi. Sebab, baru kali ini penulis Indonesia dapat masuk ke dalam nominasi ajang penghargaan bergengsi tersebut. Eka adalah penulis pertama Indonesia yang berhasil merenggut perhatian dunia dan bersanding dengan penulis-penulis dunia yang lainnya.

Eka memang seorang penulis yang saat ini menjadi perbincangan hangat di dunia sastra. Ia disebut-sebut sebagai sastrawan yang akan mengungguli Pramoedya Ananta Toer. Selain itu, novel terbaru Eka yang terbit awal tahun ini, “O” juga didapuk sebagai novel berkelas internasional. Hal ini tentu sangat membanggakan Eka. Namun, dilansir dari cnn.com, Eka sendiri tidak menduga bahwa ia mampu masuk ke dalam nominasi tersebut. Pun begitu, dunia sastra Indonesia patut berbangga karena memiliki Eka yang selalu cerdas dalam mengolah gagasan setiap novelnya.