Ernest Hemingway adalah salah satu penulis sekaligus jurnalis kenamaan yang banyak dikagumi orang. Hemingway terkenal dengan gaya penulisannya yang minimalis dan singkat. Karya-karyanya memberikan pengaruh yang hebat terhadap fiksi abad ke-20. Banyak karya Hemingway yang dianggap sastra klasik dalam kanon Sastra Amerika. Selama hidupnya, lelaki yang lahir tahun 1899 itu beberapa kali mendapatkan penghargaan baik di bidang jurnalistik maupun sastra.

Karyanya yang berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, Pulitzer dan Nobel, adalah The Old Man and The Sea. Novel ini berkisah tentang seorang lelaki tua yang berlayar sendirian ke tengah laut demi mendapatkan seekor ikan. Lelaki tua bernama Santiago tersebut nekat melakukannya karena ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa ia bukanlah salao, bentuk terburuk dari ketidakberuntungan. Apa yang dikisahkan oleh Hemingway sebenarnya sederhana saja. Tetapi, ada banyak hal yang bisa kita renungkan, terutama tentang plot cerita dan karakter yang begitu stoik dalam novel ini. Lalu, apa saja yang bisa kita dapatkan setelah membacanya?

  1. Memaknai Persahabatan
via http://s3.amazonaws.com/
via http://s3.amazonaws.com/

Bagaimana bentuk persahabatan itu? Santiago tidak pernah tahu bagaimana persahabatan itu sampai ia tahu bahwa bocah lelaki yang usianya jauh lebih muda darinya tetap bertahan untuk menemaninya. Bocah lelaki bernama Malino itu adalah satu-satunya orang yang setiap hari selalu mengecek rumahnya ketika ia berlayar jauh ke lautan.

Tidak hanya bersahabat dengan manusia, di tengah kesendirian yang begitu mendalam – juga berada di laut lepas sendirian – Santiago mulai berkawan dengan ketenangan air laut, ombak, ikan-ikan, perahunya, dan bahkan ikan marlin yang ditangkapnya.

  1. Perjuangan, Keyakinan dan Kegigihan Tanpa Batas
via http://uc.blogdetik.com/
via http://uc.blogdetik.com/

Membaca novel ini, kita akan tahu bahwa banyak hal yang harus diperjuangkan. Menghadapi segala persoalan dalam kehidupan ini, membutuhkan kegigihan. Kita tidak boleh menyerah begitu saja untuk mendapatkan apa yang ktia inginkan. Semustahil apapun, jika kita yakin akan hal tersebut, kita pasti akan mendapatkannya.

  1. Mengetahui Kekuatan Kita
via http://eshortstories.com/
via http://eshortstories.com/

Seringkali kita merasa lemah dan tidak dapat melakukan apapun – kecuali berdoa dan juga berharap. Namun, pada suatu waktu, dalam kondisi yang begitu mendesak – ternyata kita memiliki kekuatan yang tidak pernah kita sadari. Kekuatan itu berada di dalam alam bawah sadar kita, dan akan menyeruak begitu saja ketika kita berada dalam kondisi paling membahayakan.

Kekuatan ini biasanya datang ketika kita sedang sendirian dan harus menghadapi semua persoalan seorang diri. Sesekali kita ragu, akankah semua itu mampu kita selesaikan dengan baik? Namun, dengan kesendirian, ternyata kita tahu bahwa semua hal yang kita kira tak mampu melakukannya dapat dilakukan dengan baik. Bahkan melebihi ekspektasi.

Seperti yang dialami oleh Santiago, sejak kapan seorang lelaki tua mampu membunuh banyak hiu seorang diri?

  1. Berlatih Lebih Sabar
via http://favim.com/
via http://favim.com/

Jika saya menjadi Santiago, saya akan memilih kembali ke daratan walau dengan tangan kosong. Mengharapkan ikan marlin dengan ukuran besar di tengah ketidakpastian akan jadi hal yang sia-sia. Tetapi, Santiago begitu sabar. Ia menanti ikannya dengan harapan mampu mengembalikan kebanggan yang selama ini ia sandang.

  1. Belajar tentang Keikhlasan

abstract sincerity key drawn with chalk on blackboard

Ikhlas bukanlah sesuatu hal yang bisa didefinisikan. Tetapi, ia adalah sebentuk pencapaian. Membaca The Old Man and The Sea adalah salah satu alternatif untuk memaknai apa itu ikhlas versi Santiago. Pada akhirnya, ia harus merelakan keinginanya untuk pulang ke daratan dengan perasaan bangga.

  1. Bertemu dengan Dirimu, Mencoba Mengenali Dirimu
diri
via http://data.whicdn.com/

Pernahkah kita berpikir untuk bertemu dengan diri kita sendiri? Berbincang-bincang dengannya laiknya mengobrol dengan seorang teman? Ada banyak hal yang luput dari kehidupan kita sehingga terkadang, kita sendiri tidak mengenali diri sendiri! Membaca The Old Man and The Sea menunjukkan bahwa seseorang harus berusaha mengenali dirinya sendiri. Dalam novel ini, perjalanan dan kesendirian adalah bentuk atraktif untuk bertemu dengan diri sendiri dan berusaha mengenalinya dengan baik.

Memangnya kapan lagi kita bisa berdialektika dengan diri sendiri jika tidak dalam sepi? Berbicara pada diri sendiri bukanlah sesuatu hal yang mengerikan. Sebab, mengenali diri sendiri adalah bentuk untuk mengukur kekuatan kita.

Pembaca bacasaja, kira-kira enam hal itulah yang akan kita dapatkan ketika membaca The Old Man and The Sea. Mungkin pembaca memiliki pandangan berbeda? Atau pembaca menjadi semakin penasaran dengan buku ini? Cobalah bacasaja The Old Man and The Sea