Judul: Can You Keep a Secret?
Penulis: Sophie Kinsella
Penerjemah: Siska Yuanita
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: II, Maret 2004
Tebal: 480 halaman
ISBN: 978-979-2205-473

Turbulensi hebat yang dialami oleh pesawat yang ditumpanginya, membuat Emma panik bukan main. Kepada seorang lelaki yang duduk di sampingnya, ia berteriak, “Kita akan mati,” berulang kali. Si lelaki pun, tentunya, berusaha untuk menenangkannya. Namun, memang dasar mulut Emma sendiri yang tidak bisa diam, ia justru makin berbicara tidak karuan.

Parahnya, dalam ocehannya itu, ia tidak sadar jika dirinya telah membeberkan rahasia-rahasianya sendiri kepada lelaki asing yang duduk di sampingnya. Dan kebetulan si lelaki juga tak tertarik untuk menghentikannya –karena memang ocehan Emma sulit dihentikan. Hingga akhirnya, celotehan Emma pun baru berhenti saat sang pramugari memberitahunya bahwa pesawat telah mendarat.

“Sebelum itu. Di atas pesawat. Ada… ada orang yang duduk di sebelahku. Dan pesawat mulai berguncang-guncang… masalahnya aku sungguh-sungguh mengira kami semua akan mati dan pria ini adalah orang terakhir yang akan kulihat dan aku… aku…. memberitahunya semua rahasiaku.” – halaman 136.

Nah, cerita pun baru “benar-benar” dimulai saat beberapa hari kemudian ia bertemu lagi dengan si lelaki itu –yang kemudian baru diketahuinya bahwa si lelaki adalah Jack Harper, pemilik perusahaan tempatnya berkerja. Keberadaan Jack membuatnya tidak bisa tenang. Singkat kata, sejak itu, sedikit banyak, hidupnya pun berubah.

Dari segi penokohan,Emma sendiri digambarkan sebagai seorang gadis lugu dan ekspresif, namun sedikit kurang terbuka –karena banyak menyimpan rahasia kecil. Sementara itu, Jack Harper digambarkan sebagai lelaki yang cool dan ramah. Selain Emma dan Jack –sebagai tokoh utama– tokoh-tokoh lain yang juga mengisi cerita di antaranya adalah Lissy –sahabat sekaligus roomate Emma, Connor –yang secara fisik mirip Ken dalam cerita Barbie, dan Kerry –sepupu Emma yang sedikit menyebalkan dan selalu membuatnya iri.

Secara keseluruhan, novel beralur maju yang ditulis melalui sudut pandang orang pertama ini sangatlah menghibur. Sophie Kinsella menulis novel ini dengan gaya bahasa ngepop, santai, dan penuh humor konyol sekaligus cerdas. Dan yang tak kalah penting, terjemahannya pun sama sekali tidak buruk. Dalam bayangan saya, jika novel ini difilmkan, sudah pasti jatuhnya romance-comedy –berdasar genre, kira-kira bisa dibayangkan seperti “The Proposal” yang dimainkan oleh Sandra Bullock dan Ryan Reynolds.

Sementara itu, dari segi teknis, selama membaca saya tidak menemukan kesalahan penulisan. Tata letak halaman dalamnnya juga rapi. Hanya saja, saya kurang menyukai desain kovernya –agaknya terlalu teenlit. Namun, untuk segi fisik, saya suka ukuran bukunya yang kecil dan ringan. Sehingga, memudahkan dan enak untuk kita bawa ke mana saja.

Lepas dari itu, ada satu hal yang bisa kita dapatkan setelah membaca novel ini, yakni soal keterbukaan dan kejujuran. Sebab, “kalau kau tak bisa jujur pada teman-temanmu, rekan-rekan kerjamu, dan keluargamu, apa artinya hidup ini?”

Akhir kata, jika kalian butuh bacaan di kala senggang, saya pikir tak ada salahnya untuk bacasaja Can You Keep a Secret?.