Judul: Holy Mother
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Terbit: Oktober, 2016
Tebal: 284 halaman
ISBN: 978-602-7742-96-3

Semua bermula dengan ditemukanya mayat seorang bocah berusia empat tahun di Kota Aiide, Tokyo. Honami yang saat itu memiliki seorang anak yang sebaya langsung cemas, mengingat kota itu adalah kota tempat Honami dan anaknya tinggal. Yang menambah kekhawatiran Honami, yakni bahwa dirinya memiliki kelainan dalam rahimnya, sehingga untuk mendapatkan satu anak saja sangat susah. Itulah mengapa Honami sangat mengkhawatirkan anaknya dan tidak ingin kehilanganya.

Sementara itu, Makoto seorang pelajar SMA juga menjalani kehidupanya. Tergabung dalam klub kendo, membuatnya harus membawa peralatan berat setiap hari, termasuk ke tempat di mana ia bekerja paruh waktu. Di tempat kerjanya inilah Makoto kemudian bertemu seorang bocah lelaki kecil, yang entah mengapa bocah inilah yang kemudian ditemukan tewas di Kota Aiide.

Polisi yang menyelidiki kasus ini selalu mengalami kebingungan, terlebih dengan kemunculan kasus pembunuhan bocah yang kedua. Bocah pertama ditemukan dengan keadaan kemaluan yang terpotong, sedangkan bocah kedua dengan jari-jarinya yang dipotong. Sangat mengerikan, dan inilah yang membuat Honami semakin kuat melindungi anaknya.

Berbagai spekulasi Polisi menunjukan bahwa pelaku pembunuhan ini adalah Makoto. Dalam hati Makoto selalu cemas, meskipun belum ada bukti yang mampu membuktikan bahwa Makoto adalah tersangka. Kenyataanya, Makoto memang tersangka pembunuhan dua bocah itu. Namun satu hal, saat membuang mayat bocah kedua itu, Makoto tidak memotong jari bocah tersebut. Itu berarti ada seseorang yang mengetahui bahwa Makoto adalah pembunuh bocah itu. Tetapi siapa dan mengapa orang itu tidak melaporkanya ke polisi?

Bila harus jujur, novel Akiyoshi Rikako ini adalah novel yang paling membuat saya sebal. Akiyoshi berhasil mempermainkan pikiran saya dari awal. Dan betul saja! Saya serasa benar-benar ditipu. Novel ini begitu membuat saya emosional dan tidak tahu siapa yang harus saya percayai dalam cerita tersebut. Semua tokoh digambarkan dengan cerdas untuk dapat mempermainkan pembaca.

Akiyoshi Rikako menuliskan jalan cerita dengan brilian. Pembaca selalu digiring kalau Makoto bersalah, bahwa dia adalah pembunuh yang pantas dihukum. Namun Makoto bukanlah satu-satunya tokoh utama dalam cerita ini yang pantas dihakimi. Akiyoshi Rikako juga menunjukan bagaimana usaha seorang ibu dalam melindungi anaknya. Apapun akan dilakukan demi anaknya. Termasuk dengan cara yang tidak seharusnya.

Satu lagi kisah dengan twist yang luar biasa dari Akiyoshi Rikako. Tertarik? Yuk, bacasaja Holy Mother!