Judul: Tuesdays with Morrie
Penulis: Mitch Albom
Penerbit: Little, Brown Book Group
Tahun Terbit: 1998
Tebal: 224 halaman
ISBN: 9780751529814

Tuesdays with Morrie karya Mitch Albom merupakan buku yang layak baca. Buku ini ringan, dalam artian mudah dipahami, membuat pembaca tidak bosan membalik halaman demi halaman dalam buku ini. Tuesdays with Morrie menceritakan tentang pelajaran hidup yang Mitch dapatkan dari Morrie— profesor yang cukup dekat denganya semasa ia kuliah. Mereka sering berbincang-bincang dan mendiskusikan banyak hal.

Namun, selama 16 tahun setelah wisuda, Mitch tak pernah lagi mendengar kabar tentang Morrie. Mitch terlampau sibuk dengan segala rutinitasnya.

Hingga pada suatu hari, ketika ia sedang menonton televisi, tak sengaja ia melihat Morrie di suatu acara talkshow yang dibawakan oleh Ted Koppel. Mitch terkejut. Bukan hanya karena Morrie menjadi narasumber dalam acara tersebut, terlebih karena topik yang dibicarakan adalah tentang kematian.

Ternyata, Morrie didiagnosis menderita penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), suatu penyakit penurunan fungsi sel saraf motorik yang menyebabkan kelemahan otot bahkan kematian. Penyakit itu tidak akan lama lagi akan merenggut nyawa Morrie. Morrie divonis hidupnya sekitar dua tahun lagi.

Seketika, Mitch teringat kembali obrolan-obrolan ringan dan diskusi-diskusi yang ia habiskan bersama profesor malang tersebut sewaktu ia masih kuliah. Ia teringat kembali betapa banyak pelajaran hidup yang ia dapatkan dari profesor Morrie.

Singkat cerita, Mitch bermaksud mengunjungi Morrie di rumahnya. Awalnya ia ragu jika Morrie tidak mengingatnya. Namun, atas bujukan Janine, akhirnya ia membulatkan tekad untuk mengunjunginya. Tak terduga, ternyata Morrie masih mengingat Mitch. Bahkan ia masih mengingat panggilan yang Mitch berikan padanya, Coach. Morrie bahkan masih mengingat masa-masa ketika mereka sering berdiskusi, ia menyebut dirinya dan Mitch sebagai “Tuesday People” karena mereka sering bertemu pada Hari Selasa.

Mitch pun merasa senang karena profesor yang ia sayangi tidak melupakannya. Pada kunjungan itu, Mitch menceritakan tentang kehidupannya setelah hampir 16 tahun mereka tidak pernah berkomunikasi lagi. Mulai dari kesibukannya mengurus pekerjaan, mengumpulkan uang, bekerja keras hingga kadang ia melupakan hal-hal yang sesungguhnya esensial dalam hidup.

Singkat cerita, Morrie meminta Mitch untuk mengunjunginya setiap Hari Selasa. Di sisa hidupnya, Morrie ingin membagikan pengalaman-pengalaman hidupnya yang ia harap bisa bermanfaat untuk Mitch. Mitch pun setuju. Setiap Hari Selasa ia berkunjung ke rumah Morrie, mereka berdiskusi tentang banyak hal yang esensial dalam kehidupan, seperti hubungan, pernikahan, hari yang sempurna, kematian, dan lain sebagainya.

Buku ini telah diterjemahkan pula dalam Bahasa Indonesia berjudul “Selasa bersama Morrie” karya Mitch Albom diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (2014).

Tertarik mengetahui kisahnya lebih lanjut? bacasaja Tuesdays with Morrie!