4 Menu Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ketika Berbuka Puasa

Posted on

Waktu berbuka adalah momen yang paling ditunggu-tunggu sebab Anda akhirnya bebas untuk makan dan minum lagi. Beberapa di antara Anda mungkin ada yang menyiapkan menu berbuka puasa buatan sendiri atau beli di luar sambil ngabuburit. Namun, ada beberapa makanan buka puasa yang sebaiknya Anda hindari, lho. Penasaran apa saja makanannya? Simak ulasan berikut ini.

Makanan buka puasa yang sebaiknya dihindari
Setelah puasa sepanjang hari, tubuh Anda memerlukan asupan makanan untuk energi dan menormalkan kembali fungsi organ pada tubuh. Sayangnya, rasa lapar dan haus yang Anda tahan selama kurang lebih 13 jam membuat Anda lepas kendali saat memilih makanan untuk berbuka. Agar manfaat kesehatan dari puasa bisa Anda dapatkan secara maksimal, pilihan menu makanan juga harus sesuai.

Dilansir dari Shape, Saw Bee Suan, seorang ahli gizi dari Sunway Medical Center di Malaysia menjelaskan bahwa ada beberapa makanan untuk buka puasa yang harus dihindari. Ini supaya sistem pencernaan dan kesehatan Anda tidak terganggu selama bulan puasa. Makanan tersebut meliputi:

1. Makanan pedas

Banyak orang yang merasa makan tidak akan lengkap tanpa sambal. Ya, makanan pedas memang banyak digemari. Mulai dari lontong, risol, tempe goreng, dan makanan andalan saat berbuka lainnya pasti tidak lupa untuk ditambahkan dengan sambal atau bumbu pedas lainnya.

Jenis makanan ini sebenarnya kurang baik jika Anda makan saat berbuka. Kenapa? Selama berpuasa, tidak ada asupan makanan atau air yang masuk ke dalam perut sehingga perut menjadi kosong. Saat makanan yang masuk ke perut adalah makanan pedas, ini bisa membuat dada terasa panas dan sakit perut. Bahkan, parahnya bisa membuat Anda lemas karena harus bolak-balik ke kamar mandi akibat iritasi lambung.

Tips aman makan makanan pedas saat berbuka adalah mengisi perut Anda dengan makanan lain dulu. Misalnya yogurt, buah, atau kurma. Kemudian, jangan terlalu banyak menambahkan cabai, sambal, saus, atau bumbu pedas lainnya.

Loading...

2. Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng memang terasa renyah dan gurih. Itulah kenapa Anda sangat mengidam-idamkan risol, lumpia, pastel, dan gorengan lainnya untuk buka puasa. Walaupun enak, makanan ini tidak baik jika Anda konsumsi untuk buka puasa.

Makanan yang digoreng mengandung banyak kalori yang berisiko menambah angka timbangan Anda. Apalagi jika Anda sering makan dalam jumlah yang banyak. Selain itu, gorengan sangat tinggi lemak, sehingga cenderung lebih lambat diproses dibanding zat lainnya. Ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

3. Makanan tinggi gula

Selain makanan yang digoreng, makanan manis biasanya sangat populer untuk menu berbuka. Misalnya manisan buah, minuman bersoda, jus buah dengan tambahan gula, sirup, dan makanan manis lainnya sering tersaji di atas. Makanan tersebut mengandung tinggi gula dan kalori, tapi rendah nilai gizinya.

Bila menu makanan buka puasa Anda seperti ini, kadar gula darah yang tadinya rendah bisa melonjak tinggi dengan cepat. Selain membuat Anda mudah haus dan meningkatkan nafsu makan lebih besar, berat badan juga akan bertambah naik. Parahnya, risiko terkena diabetes pun menjadi lebih besar.

4. Minuman berkafein

Kafein bisa ditemukan dalam berbagai jenis minuman. Terutama kopi, cokelat, dan minuman energi. Nah, orang yang terbiasa minum kopi pasti menantikan waktu berbuka untuk minum kopi. Padahal minum kopi dalam keadaan perut kosong bisa mengiritasi lapisan lambung karena asam lambung diproduksi lebih banyak. Kondisi ini bisa menyebabkan Anda terkena refluks asam lambung (GERD).

Sumber:
Foods to Avoid During Iftar For Better Energy. http://shape.com.my/nutrition/food-to-avoid-during-iftar/. Diakses pada 15 Mei 2018.
The Worst Things To Eat When You’re Starving. https://www.huffingtonpost.com/entry/worst-foods-to-eat-when-hungry_us_55e8bac5e4b002d5c0757d05. Diakses pada 15 Mei 2018.
Never Drink Coffee on an Empty Stomach—Here’s Why. https://www.rd.com/health/wellness/never-drink-coffee-empty-stomach/. Diakses pada 15 Mei 2018.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *